Melainkan ia utuh seseorang datang kepadaku
Kamu adalah jawaban atas pertanyaan tempo hari
Ketika hatiku berkata bahwa aku butuh seseorang
Ketika hatiku sunyi
Kamu hadir mengisi disela-sela kesunyian ini
Ada luka yang membuat aku enggan melangkah
Rindu yang buatku gundah
Pilu yang membuat malam-malamku resah
Kamu ...
Hadir membawa sebuah nama dimana doaku selalu menyebutnya
Dan aku jatuh cinta
Padamu yang menghidupkan kembali rindau dan resah dengan cara yang berbeda
Rindu dan resah yang selalu ku cari
Yang selalu ku cari lagi agar bisa kurasa
Rindu dan resah yang menghadirkan damai mengingatnya
Kamu ...
Tautan kasih sayang terindah
Terjalin,
Terangkai mengakar tepat di jantung hatiku
Tak perlu terucap dan tak jua tersurat
Ketika tiba-tiba semuanya hadir
Mengalir sampai nadi pengingatku
Seiring langkah kita bersama
Kamu ...
Adalah sahabatku
Adalah saudaraku
Peneman terbaikku
Kau tiba-tiba lantas bersama membawa luka
Tak habis pikir aku dibuatnya
Keindahan menorehkan jelaga
Layaknya hitam yang jatuh disecarik kertas putih lusuh tak berdaya
Semua adalah sandiwara
Semua sandiwara yang nyata untukku dan engkau adalah sutradaranya
Kau permainkan aku bagai pion yang hanya mampu melangkah kedepan
Aku harus menangisi belati yang menusuk bertubi-tubi dihati
Dan aku tak tahu harus kemana
Jika tempat bersandarku adalah ternyata jadi sangkar deritaku
Jika tempatku menangis adalah sumber tangisku
Dan tempatku berpijak tak memberiku tempat untuk jejakkan kaki
Dalam sekejap kau lemaparkn aku kembali kebumi
Menjajarkan luka-luka dan menyiramnya dengan cuka
Dan dalam sekejap pula aku berlari menepi
Masih kepadamu langkahku tertuju
Ingin aku pindahkan langkah ini kepada jalan yang lebih baik
Tapi mengapa jalanmu selalu menuntunku kembali pulang
Dan masih kepadamu langkahku tertuju
Membuka pintu maaf
Menggulung semua tangis dan luka
Dan kemudian menyembunyikanya
Masih kepadamu,
sayangku tertuju
Kamu ...
Yah benar
Masih selalu kamu
Karna lukaku yang sesungguhnya adalah karnamu
Dan jangan lagi kamu
Yang akan menjadi alasan dibalik semua lukaku